ASANEWS. SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan Milad ke-113 Muhammadiyah Daerah Sidrap yang dipusatkan di Desa Lombo, salah satu wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah terpencil.
Menurut Bupati, yang juga Pendekar Tapak Suci Putra Muhammdiyah Sidrap Ketika memberikan sambutan pada Reflesi Milad Ke 113 Muhammadiyah Daerah Sidrap Ahad Pagi (8/2) di Desa Lombo menyampaikan bahwa pemusatan kegiatan besar Muhammadiyah di wilayah tersebut menjadi bukti bahwa daerah terpencil pun mampu melahirkan sumber daya manusia unggul. Hal itu ditandai dengan lahirnya sosok Profesor dan Doktor dari Desa Lombo.
“Saya sangat bangga. Milad Muhammadiyah ke-113 dipusatkan di Desa Lombo yang sering disebut daerah terpencil, yang justru dari daerah ini lahir Profesor dan Doktor. Ini membuktikan bahwa keterbatasan wilayah tidak membatasi kualitas sumber daya manusianya,” ujar H. Syaharuddin Alrif dalam sambutannya.
Ia menyebutkan, sosok yang lahir dari Desa Compong yang bersebelahan dengan desa Lombo tersebut yakni Prof. Dr. Usman M., S.Pd., M.Pd. dan Dr. Herman, S.Pd., S.IP., M.Si., Selain mereka berdua, di Desa Compong juga ada Dr.Ibrahim MM dan Kandidat PhD yakni Kassaming, SKM. M.Kes. Mereka dinilai menjadi kebanggaan masyarakat Sidrap sekaligus inspirasi bagi generasi muda.
Bupati Sidrap menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran besar dalam membangun pendidikan dan mencetak kader-kader intelektual, termasuk di wilayah pedesaan. Nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang ditanamkan Muhammadiyah dinilai menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi berprestasi.
Ia berharap pelaksanaan Milad ke-113 Muhammadiyah Daerah Sidrap ini dapat memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda di desa-desa terpencil, untuk terus semangat menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
