ASANEWS, SIDRAP — Sebanyak delapan mahasiswa Program Magister Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), tengah menjalani kegiatan akademik benchmarking internasional ke tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Delapan mahasiswa tersebut mayoritas merupakan pegawai pajak di Kota Parepare. Mereka diberangkatkan dalam rombongan terpisah dari peserta benchmarking Malaysia–Bangkok yang dibimbing langsung oleh Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si.
Sementara itu, rombongan benchmarking dengan rute Bangkok–Malaysia–Singapura dibimbing oleh Dr. Erfina. Adapun delapan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini yakni Sohra, Abdul Rahman Saleh, Susanty, Hermansari, Nurmiati Saleh, Muhammad Amiruddin, Amirullah, dan Nasruddin Muslimin.
Dr. Erfina yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMS Rappang, saat dikonfirmasi Sabtu (31/1/2026), mengatakan bahwa benchmarking ini dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait praktik pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di negara lain.
“Mahasiswa mengikuti sejumlah agenda, di antaranya kunjungan wisata budaya di Singapura sekaligus mengamati secara langsung sistem dan praktik pelayanan publik di sana,” ujar Dr. Erfina.
Salah satu mahasiswa, Sohra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya banyak pelajaran, khususnya terkait budaya disiplin masyarakat di Malaysia dan Singapura.
"Saya melihat perbedaan yang sangat menonjol antara budaya di Indonesia dengan negara yang kami kunjungi. Tingkat kedisiplinan dan kepatuhan masyarakatnya sangat tinggi,” kata Sohra.
Menurutnya, masyarakat di negara tersebut terbiasa menjalani aktivitas secara tertib dan sesuai prosedur. Bahkan, banyak warga yang lebih memilih berjalan kaki dibanding menggunakan kendaraan pribadi.
Sohra juga mengungkapkan pengalamannya terkait pelayanan publik, khususnya saat tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
“Imigrasinya sangat ketat. Semua proses harus berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Selain itu, selama perjalanan benchmarking, mahasiswa juga mengamati langsung kinerja sektor-sektor publik seperti kepolisian dan petugas keamanan.
“Mereka benar-benar menjalankan tugas sesuai aturan. Penegakan hukum berjalan tegas, sehingga hampir tidak ada celah untuk melakukan pelanggaran,” tutup Sohra.
