-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PBL II Dimulai, Mahasiswa Adminkes UMS Rappang, Bakal Intervensi Dua Masalah Ini

Senin, 27 Juli 2026 | 21:06 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T13:06:26Z


ASANEWS, SIDRAP – Sebanyak 39 mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi mengikuti pembekalan sekaligus pelepasan peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II yang digelar di Gedung Perkuliahan Adminkes UMS Rappang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bekal akhir bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Enrekang untuk melaksanakan program intervensi kesehatan berbasis hasil identifikasi masalah yang telah dilakukan pada PBL I.

Acara dibuka sekaligus melepas peserta oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si. Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., Wakil Dekan I Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., Wakil Dekan II Khaeriyah Adri, S.KM., M.Kes., serta Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.

Dalam arahannya, pihak fakultas berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui program intervensi yang tepat sasaran dan memberikan dampak  bagi masyarakat.

Salah seorang mahasiswa peserta PBL II, Ahmad Safwan, mengatakan kelompoknya telah menyelesaikan pemetaan masalah kesehatan masyarakat saat pelaksanaan PBL I di Desa Bambapuang, Kabupaten Enrekang.

Menurutnya, persoalan utama yang ditemukan adalah terkait pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

"Pada PBL pertama kami turun untuk mengumpulkan data dan menentukan prioritas masalah. Dari hasil tersebut, persoalan sampah menjadi salah satu masalah utama di Desa Bambapuang. Melalui PBL II ini kami akan melaksanakan program intervensi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Safwan menambahkan, pembekalan yang diberikan dosen dan pihak kampus menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum mengimplementasikan berbagai program kerja di lapangan.

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Muhammad Sahlan, menjelaskan bahwa kelompoknya akan mulai turun ke lokasi PBL II pada Rabu (29/7/2026). Program yang akan dijalankan merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi masalah pada PBL sebelumnya.

Ia mengungkapkan, kelompoknya telah menyiapkan dua program utama, yakni edukasi pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar.

"Kami akan memberikan contoh pengelolaan kebersihan lingkungan kepada masyarakat serta melakukan edukasi PHBS kepada siswa sekolah dasar agar sejak dini mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Desa, Muhammad Fardan, menyampaikan bahwa kelompoknya menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan melalui edukasi kepada masyarakat.

Beberapa permasalahan yang menjadi prioritas di antaranya tingginya konsumsi mi instan, banyaknya warga yang mengalami gejala batuk dalam satu tahun terakhir, serta masih adanya kebiasaan membakar sampah.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa telah menyiapkan sejumlah program intervensi berupa sosialisasi kepada siswa sekolah dasar, edukasi pada kegiatan Posyandu, hingga pembuatan video edukasi mengenai pola hidup sehat dan pengelolaan sampah yang akan disebarluaskan melalui grup komunikasi masyarakat.

"Harapan kami, program yang dilaksanakan selama PBL II tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan," kata Fardan.

Melalui kegiatan PBL II ini, mahasiswa Administrasi Kesehatan UMS Rappang diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu akademik dengan praktik lapangan, sekaligus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

×
Berita Terbaru Update