ASANEWS, SIDRAP – Program Studi Doktor (S3) Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali melaksanakan perkuliahan bagi mahasiswa angkatan pertamanya. Pada Sabtu (6/6/2026), mahasiswa doktoral mengikuti mata kuliah Metodologi Penelitian yang dibawakan langsung oleh Guru Besar Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) Makassar, Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D.
Perkuliahan tersebut diikuti oleh 10 mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, kepala daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), praktisi hingga jurnalis.
Mereka di antaranya Kamaruddin Sellang (Dosen UMS Rappang), Syahruddin Alrif (Bupati Sidenreng Rappang), M. Uli Nuha (Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang), M. Hatta (Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang), Ema Amalia (Sekretaris Dinas Bina Marga Sidrap), Herwin (Kepala Bapperida Sidrap), Adli Lukman (Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pariwisata Sidrap), Ahmad (Wiraswasta), Andi Mulyadi (Jurnalis), serta Eddy Arsyad (Dokter RSUD Nene Mallomo).
Dalam perkuliahan tersebut, Prof. Apriana menguraikan berbagai aspek penting dalam metodologi penelitian tingkat doktoral. Ia menjelaskan bagaimana mahasiswa S3 harus mampu membangun kerangka berpikir ilmiah yang kuat, menemukan kesenjangan penelitian (research gap), merumuskan kebaruan penelitian (novelty), serta menghasilkan kontribusi teoritis maupun praktis yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Tak hanya itu, Prof. Apriana juga menjelaskan perbedaan mendasar antara penelitian pada jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).
Salah seorang mahasiswa doktoral, Kamaruddin Sellang yang juga Ketua Angkatan 1 Program DoktorUMS Rappang menilai materi yang disampaikan Prof. Apriana memberikan penguatan yang sangat penting bagi mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang.
"Materi yang beliau sampaikan membantu kami memahami bahwa penelitian S3 tidak hanya berfokus pada penyusunan proposal atau metode penelitian semata, tetapi juga pada kemampuan membangun logika ilmiah, menemukan research gap, merumuskan novelty, memilih desain penelitian yang tepat, serta menghasilkan kontribusi keilmuan yang kuat," ujarnya.
Kamaruddin mengatakan, Prof. Apriana juga mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih kritis, sistematis, dan mandiri dalam menyusun penelitian. Menurutnya, hal tersebut sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa doktoral yang tengah mempersiapkan disertasi dan publikasi ilmiah bereputasi.
"Perkuliahan beliau sangat bermanfaat karena tidak hanya memperkuat pemahaman metodologi penelitian, tetapi juga memberikan motivasi akademik. Rekam jejak beliau sebagai guru besar pada usia muda menjadi inspirasi bagi kami untuk lebih serius, disiplin, dan produktif dalam dunia akademik," tambahnya.
Sementara itu, Prof. Apriana Toding dikenal sebagai salah satu akademisi perempuan berprestasi. Guru Besar Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik UKI Paulus Makassar tersebut meraih jabatan akademik profesor pada usia yang relatif muda, yakni 43 tahun.
Ia menerima Surat Keputusan Jabatan Fungsional Guru Besar pada 27 Oktober 2020 yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX saat itu, Prof. Dr. Jasruddin, M.Si., di Makassar.
Putri pasangan Thomas Toding dan Agustina Limbong yang berasal dari Toraja Utara tersebut juga memiliki rekam jejak akademik yang cemerlang. Berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional telah diraihnya, termasuk penghargaan Australia Alumni Award dari Konsulat Jenderal Australia di Makassar pada kategori The Winner of Innovation Award.
Kehadiran Prof. Apriana di Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik mahasiswa serta mendorong lahirnya penelitian-penelitian inovatif yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu administrasi publik dan pembangunan daerah.
