ASANEWS, SIDRAP - Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) memadati Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (30/6/2026). Mereka antusias mengikuti kegiatan 'Bank Indonesia (BI) Mengajar' yang berfokus pada edukasi sistem pembayaran digital.
Hadir sebagai pemateri, Analis Pembayaran BI Rizky Shantika Putri yang didampingi bagian Swakelola BI Surya Aditama. Turut hadir mendampingi, Kabid Perencanaan Pengembangan Kebijakan Sistem Informasi Bapenda Pemkab Sidrap Nurhidayah. Jalannya kegiatan ini dipandu langsung oleh Kadiv Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni UMS Rappang, Yayuk Astuti.
Ditemui usai kegiatan, Analis Pembayaran BI Rizky Shantika Putri menyampaikan apresiasi kepada Rektor dan seluruh Civitas Akademika UMS Rappang yang telah menyambut hangat kehadiran tim Bank Indonesia.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Rektor dan jajaran Civitas Akademika UMS Rappang. Mahasiswanya sangat antusias. Di sini kami melakukan sosialisasi dan edukasi tentang krisis, sistem pembayaran digital, hingga perlindungan konsumen," ujar Rizky, Selasa (30/6/2026).
Rizky berharap, lewat edukasi ini para mahasiswa bisa menjadi agent of change (agen perubahan) yang ikut mengampanyekan perlindungan dari kejahatan siber serta mendorong penggunaan sistem pembayaran digital di masyarakat luas.
Ia juga memuji digitalisasi yang telah diterapkan di lingkungan UMS Rappang dan Kabupaten Sidrap. Menurutnya, Sidrap merupakan salah satu daerah pemenang Championship TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah).
"Kami sangat mengapresiasi Sidrap. Kampus UMS Rappang ini bahkan sudah menerapkan sistem non-tunai. Ini luar biasa dan semoga bisa menjadi percontohan bagi kampus-kampus lain di seluruh Indonesia," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizky juga mengajak para mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam program QRIS Jelajah Indonesia (GJR). "Semoga teman-teman dari UMS Rappang bisa ikut serta dan berpartisipasi, bahkan terpilih dalam QRIS Jelajah Indonesia," tambahnya.
Di tempat yang sama, Kabid Perencanaan Pengembangan Kebijakan Sistem Informasi Bapenda Pemkab Sidrap, Nurhidayah, menjelaskan bahwa kehadiran Bapenda kali ini adalah bentuk pendampingan berkelanjutan bersama BI untuk menggenjot transaksi non-tunai di daerah.
"Hari ini kita melaksanakan sosialisasi terkait non-tunai atau QRIS untuk pajak daerah. Sebenarnya sejak beberapa tahun lalu kita sudah tidak menggunakan tunai lagi di Sidrap, melainkan sudah beralih ke non-tunai," ungkap Nurhidayah.
Nurhidayah berharap mahasiswa bisa menjadi motor penggerak sekaligus pengawas kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam hal digitalisasi sektor UMKM dan restoran.
"Mahasiswa harus membantu pemerintah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membayar pajak daerah secara non-tunai. Ingat, pajak yang dibayarkan itu kembali ke masyarakat dalam bentuk fasilitas, seperti penerangan jalan yang kita nikmati saat ini," tegasnya.
Respons positif juga datang dari kalangan mahasiswa. Ahmad Safwan bin Irwan, mahasiswa semester 4 Prodi Administrasi Kesehatan UMS Rappang, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari program BI Mengajar ini.
"Program ini sangat bagus untuk mahasiswa. Kami jadi tahu kalau tugas Bank Indonesia tidak sekadar menstabilkan nilai rupiah, tapi juga mempermudah transaksi kita sehari-hari lewat QRIS," kata Safwan.
Safwan menambahkan, materi yang dibawakan sangat interaktif dan membuka mata mahasiswa mengenai ragam jenis QRIS, mulai dari QRIS dinamis hingga tatap muka.
"Ini peluang besar untuk menambah wawasan mahasiswa. Sedikit tagline dari saya seperti yang disampaikan pemateri tadi: Marilah kita menggunakan QRIS untuk memudahkan transaksi!" pungkas Safwan dengan semangat.
