ASANEWS,SIDRAP – Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., mengapresiasi gerak cepat (gercep) dosen dan mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik (AP) dalam menindaklanjuti revisi artikel yang disampaikan editor dan reviewer jurnal internasional ICONPO yang berbasis di Hungaria.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Rektor meninjau langsung
proses penyelesaian revisi artikel yang dilakukan oleh dosen sekaligus Wakil
Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. H. Muh. Rais Rahmat Razak, M.Si.,
bersama mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang, Andi Mulyadi
dan Ahmad, di Ruang Calon Doktor Administrasi Publik, Lantai 2 Gedung
Pascasarjana UMS Rappang, Sabtu (01/08/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk
dukungan pimpinan universitas terhadap percepatan publikasi ilmiah bereputasi internasional
sekaligus penguatan budaya riset di lingkungan UMS Rappang.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa kecepatan
merespons setiap masukan dari editor dan reviewer merupakan bagian dari budaya
akademik yang harus terus ditanamkan. Menurutnya, respons yang cepat tidak
hanya mempercepat proses publikasi, tetapi juga mencerminkan keseriusan penulis
dalam menjaga kualitas karya ilmiah.
"Saya mengapresiasi semangat dosen dan mahasiswa
Program Doktor Administrasi Publik yang bergerak cepat menyelesaikan revisi
artikel. Respons yang cepat menunjukkan komitmen kita dalam menghasilkan karya
ilmiah yang berkualitas dan mampu bersaing pada jurnal internasional
bereputasi," ujar Prof. Jamaluddin Ahmad.
Selain memberikan apresiasi atas percepatan penyelesaian
revisi, Rektor juga menekankan pentingnya kepemilikan Researcher ID sebagai
identitas akademik yang wajib dimiliki oleh dosen maupun mahasiswa doktor.
Menurutnya, perkembangan publikasi ilmiah global menuntut setiap peneliti
memiliki identitas digital yang mampu menghubungkan seluruh rekam jejak
publikasi secara akurat.
Ia menjelaskan bahwa Researcher ID, termasuk ORCID iD,
Scopus Author ID bagi penulis yang telah terindeks Scopus, serta identitas
akademik lainnya, menjadi instrumen penting dalam memastikan karya ilmiah
terhubung dengan penulis yang benar, menghindari duplikasi identitas, sekaligus
meningkatkan visibilitas penelitian di tingkat internasional.
"Saat ini tidak cukup hanya memiliki artikel yang
berkualitas. Setiap dosen dan mahasiswa doktor juga harus memiliki Researcher
ID dan identitas akademik lainnya. Identitas tersebut menjadi kebutuhan dalam
publikasi ilmiah internasional karena memudahkan pengelolaan profil peneliti,
meningkatkan visibilitas karya ilmiah, memperkuat rekam jejak akademik, serta
mendukung reputasi penulis dan institusi," tegasnya.
