ASANEWS, SIDRAP – Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pembekalan sekaligus pelepasan mahasiswa peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II di Gedung perkuliahan Adminkes UMS Rappang, Senin (27/7/2026).
Sebanyak 39 mahasiswa, terdiri atas 34 perempuan dan lima laki-laki, resmi dilepas untuk melaksanakan PBL II di sejumlah desa di Kabupaten Enrekang, sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan yang bertujuan mengimplementasikan solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang telah diidentifikasi pada PBL I.
Kegiatan tersebut dibuka sekaligus melepas peserta oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si. Turut hadir Dekan FIK Dr. apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., Wakil Dekan I Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., Wakil Dekan II Khaeriyah Adri, S.KM., M.Kes., serta Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.
Ketua Prodi Adminkes, Zulkarnain Sulaiman, menegaskan bahwa PBL II merupakan kelanjutan dari PBL I. Pada tahap ini mahasiswa tidak lagi sekadar mengidentifikasi persoalan kesehatan, melainkan dituntut menghadirkan solusi melalui berbagai program intervensi di masyarakat.
Menurutnya, setiap kelompok harus mampu menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan desa berdasarkan hasil pemetaan masalah sebelumnya.
"Kalau di PBL I mahasiswa mengidentifikasi masalah, maka di PBL II fokusnya adalah melakukan intervensi terhadap persoalan tersebut. Solusi yang diberikan harus relevan, realistis, dan dapat melibatkan masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak selalu mengandalkan bantuan fasilitas, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
"Mahasiswa harus mampu memberikan gagasan kreatif. Misalnya persoalan sampah, tidak harus selalu membeli fasilitas yang mahal. Tempat sampah dari bambu atau memanfaatkan potensi lokal juga bisa menjadi solusi bersama masyarakat," katanya.
Sementara itu, Dekan FIK UMS Rappang, Dr. apt. Pratiwi Ramlan, mengatakan PBL merupakan rangkaian pembelajaran berkelanjutan yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyelesaikan studi.
Ia mengibaratkan PBL seperti serial drama yang saling berkaitan sehingga mahasiswa harus menuntaskan setiap tahapan dengan baik sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Dr. Pratiwi mengapresiasi sejumlah kelompok mahasiswa yang telah mempersiapkan program intervensi sejak sebelum turun ke lapangan melalui konsultasi bersama dosen pembimbing.
"Saya sangat mengapresiasi mahasiswa yang sudah melakukan persiapan lebih awal. Intervensi yang dilakukan nantinya harus benar-benar sesuai dengan masalah yang ditemukan di lapangan agar memberi dampak bagi masyarakat," jelasnya.
Ia mencontohkan, apabila persoalan utama di suatu wilayah adalah pengelolaan sampah, maka program yang dijalankan harus berkaitan dengan penanganan sampah. Demikian pula apabila masalahnya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), maka edukasi dan perubahan perilaku masyarakat harus menjadi fokus kegiatan.
Selain aspek akademik, Dr. Pratiwi juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan, kekompakan, etika, dan nama baik almamater selama berada di lokasi PBL.
"Kalian membawa nama besar Program Studi Administrasi Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan UMS Rappang. Tunjukkan sikap yang baik, jaga komunikasi dengan masyarakat, dan jadilah duta kampus yang memberikan kesan positif," pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, menegaskan bahwa PBL II merupakan bagian penting dari proses akademik yang wajib diikuti setiap mahasiswa sebelum memasuki tahapan selanjutnya, termasuk PBL III, Kuliah Kerja Nyata (KKN), seminar proposal hingga penyelesaian studi.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu kesehatan masyarakat, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa.
"PBL adalah proses akademik yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Di lapangan kalian akan belajar memahami kondisi masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah," ujarnya.
Dr. Rais juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan kegiatan lapangan dengan mengatur pola makan, menjaga kesehatan, serta tetap disiplin menjalankan ibadah.
Menurutnya, keberhasilan PBL tidak hanya diukur dari laporan akademik, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan baik dengan masyarakat dan memberikan manfaat melalui program yang dijalankan.
"Berangkatlah dengan niat yang baik, hati yang bersih, dan semangat untuk mengabdi. InsyaAllah kegiatan ini akan menjadi pengalaman berharga sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat dan kampus," tuturnya.
Di akhir kegiatan, Dr. Rais secara resmi membuka pembekalan sekaligus melepas 39 mahasiswa peserta PBL II dengan harapan seluruh peserta dapat menyelesaikan program secara optimal serta kembali dengan membawa pengalaman, ilmu, dan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat maupun institusi.
